Cara Budidaya Jamur Tiram untuk Pemula, Mudah Dipraktikkan Sendiri
·
·
Merdeka.com
- Jamur tiram merupakan jamur yang tumbuh liar dan aman untuk dimakan.
Jamur ini telah menjadi makanan sehari-hari yang cukup populer. Jamur ini pun
bisa dibudidayakan untuk dijual maupun sebagai konsumsi sendiri.
Jamur tiram
menyediakan serat makanan, beta-glukan, dan bahan-bahan lain yang dapat
meningkatkan kesehatan. Mereka memiliki rasa yang lembut dan dapat digunakan
untuk menambah rasa ke berbagai hidangan gurih.
Jika Anda ingin mulai
belajar budidaya jamur ini, mulai lakukan dan jangan takut gagal. Berikut cara
budidaya jamur tiram untuk pemula:
BACA JUGA:
Kisah Pilu Bocah Lumpuh Layu di Deli Serdang, Ditinggal Ibu Kandung
Menikah Lagi
1. Pilih Bibit yang
Bagus
Cara budidaya jamur
tiram yang pertama adalah memilih bibit yang jamur yang bagus. Pemilihan bibit
jamur sangat penting dalam percobaan Anda karena itu juga akan menentukan
kemudahan jamur tiram tumbuh.
Dilansir dari
Liputan6.com, sebaiknya belilah bibit jamur tiram dari petani jamur tiram yang
sudah terbiasa membudidayakan jamur tiram sejak lama.
2. Menyiapkan Kumbung
Kumbung atau rumah
jamur merupakan tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung
biasanya berupa sebuah bangunan atau ruangan yang diisi dengan rak-rak untuk
meletakkan baglog. Ruangan ini harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan
kelembaban.
BACA JUGA:
4 Momen Nurul Arifin saat Dandani Jenazah Maura Magnalia, Berusaha Tegar
Kumbung biasanya
terbuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung bisa dibuat dari papan. Atapnya
Anda bisa menggunakan genteng. Dianjurkan untuk tidak menggunakan atap asbes
atau seng, karena akan mendatangkan panas.
©2012 Merdeka.com
BACA JUGA:
Segera Diresmikan Jokowi, Begini Penampakan Tol Binjai-Stabat di Sumut
Sedangkan pada bagian
lantainya tetap menggunakan tanah, agar air yang digunakan untuk menyiram jamur
bisa meresap.
Di dalam kumbung
dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat. Rak tersebut
berfungsi untuk menyusun baglog. Rangka rak bisa dibuat dari bambu atau kayu.
Posisi rak diletakkan berjajar dan antara rak satu dengan yang lain dipisahkan
oleh lorong untuk perawatan.
Ukuran kumbung yang
dianjurkan sebaiknya tidak kurang dari 40 cm. Rak bisa dibuat hanya 2 – 3
tingkat saja. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas
rak sebesar ini mampu menyimpan 70 – 80 baglog. Banyaknya rak sendiri
disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.
BACA JUGA:
19 Kata-kata Bijak Louisa May Alcott Penulis Novel Little Woman, Penuh
Makna
Sebelum mamasukkan
baglog ke dalam kumbung, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:
1. Pertama, Anda perlu
membersihkan kumbung dan rak-rak dari kotoran.
2. Kedua, lakukan
pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung. Perlu
diamkan selama 2 hari sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung.
3. Terakhir, saat bau sudah hilang Anda bisa masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan. Di mana seluruh permukaannya sudah tertutupi dengan serabut putih.
3. Persiapan Baglog
Baglog adalah media
tanam untuk meletakkan bibit jamur tiram. Karena jamur tiram merupakan jamur
kayu, sehingga bahan utama dari baglog adalah bekatul, grajen (serbuk
gergaji) dan kapur. Semua bahan ini harus diaduk rata dan ditambahkan air
sekitar 60% dari berat media tersebut.
Baglog dibungkus
plastik berbentuk silender, yang dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Di
lubang inilah jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.
BACA JUGA:
Harry Pantja Terkena Stroke, Sang Istri Ungkap Kronologi dan Kondisi
Suaminya Kini
Pada budidaya jamur
tiram skala besar, petani jamur biasanya membuat baglog sendiri. Namun bagi pemula,
biasanya baglog dibeli dari pihak lain. Sehingga petani bisa fokus hanya
menjalankan usaha budidaya saja tanpa harus membuat baglog sendiri.
4. Perawatan Baglog
Terdapat dua cara
menyusun baglog dalam rak, yaitu dengan diletakkan secara vertikal dan
horizontal. Meletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas
sedangkan cara horizontal lubang baglog menghadap ke samping.
BACA JUGA:
Viral Pernikahan Mewah di Grobogan, Mahar Berupa Mobil hingga Sap
Kedua cara budidaya
jamur tiram ini memiliki kelebihannya masing-masing. Kalau disusun secara
horizontal menjadi lebih aman dari siraman air. Karena jika penyiraman
berlebih, air tidak akan masuk ke dalam baglog.
Selain itu, untuk
melakukan panen lebih mudah. Hanya saja, penyusunan dengan cara horizontal ini
lebih banyak memakan ruang.
Berikut cara budidaya
jamur tiram dan perawatannya:
1. Sebelum menyusun baglog,
buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang
lebih 5 hari. Bila lantai terbuat dari tanah, lakukan penyiraman untuk menambah
kelembaban.
2. Setelah itu, potong
ujung baglog untuk memberikan ruang tumbuh lebih lebar. Biarkan selama 3 hari,
dan jangan didiram. Cukup siram pada bagian lantai saja.
3. Lakukan penyiraman
dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan
air. Semakin sempurna pengabutan, maka akan semakin baik. Kamu bisa menyiramnya
2
4. 3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Kamu tetap perlu menjaga suhu pada kisaran 16 – 24 derajat celsius.
5. Memanen Jamur
Tiram
Kalau baglog yang
digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam
waktu 1 – 2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah
bisa dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5 – 8 kali, bila perawatannya baik.
Baglog dengan bobot
sekitar 1 kilogram akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7 – 0,8 kilogram. Setelah
itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos. Panen ini dilakukan pada
jamur yang telah mekar dan membesar. Tepatnya bila ujung-ujungnua telah terlihat
meruncing. Namun tudungnya belum pecah, warnanya masih putih bersih.
Bila masa panen lewat
setengah hari saja, maka warna bisa menjadi agak kuning kecoklatan dan
tudungnya akan pecah. Kalau sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tidak
tahan lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2 – 3 minggu lagi.
Demikian cara budidya jamur tiram yang bisa Anda praktikkan sendiri di rumah.



Komentar
Posting Komentar